Kamis, 16 Februari 2012

Annyeonghaseo MPTI

Hallo MPTI! the course is a continuation of Keterampilan Interpersonal, yeah this is time to outdoor lecture.
MPTI merupakan singkatan dari matakuliah yang semester 4 saya ambil yaitu Manajemen Proyek Teknologi Informasi. Senin, 13 Februari 2012 merupakan pertemuan pertama matakuliah tersebut, namun saya mengawalinya dengan datang terlambat. Ketika saya masuk, dosen yang terlihat adalah Pak Holil dan Dosen Muda Wanita yang belum pernah saya temui sebelumnya yaitu Bu Raras Tyasnurita yang barusaja pulang dari Taiwan setelah menyelesaikan pendidikan S2.
Di minggu atau pertemuan pertama di isi dengan pembahasan Rencana Pembelajaran (RP) dan pengenalan Tentang MPTI. Tujuan utama dari matakuliah ini adalah Mahasiswa mampu mengelola proyek Teknologi Informasi. Sedangkan beberapa kompetensi- kompetensi yang diharapkan adalah sebagai berikut

Minggu, 29 Mei 2011

yeaaah

heyya blogger, i'm back back back. hihi seneng deh, kangen banget buat blogging. #i'be back-2PM

Kamis, 20 Januari 2011

yeppo

Tiba- tiba ketika sedang iseng membaca- baca artikel, eh ternyata nemu artikel keren yang bercerita tentang yeppo (dlm bahasa korea yang artinya Beauty). Dan inilah rangkuman, dari artikel yang saya baca tadi.

Jika kita ingin sempurna, belajarlah menerima ketidaksempurnaan kita karena cantik itu tidak sempurna, yang menyempurnakan kecantikan adalah mata yang memancarkan keindahan dan ketulusan hati.

Dunia bisa berubah dan kecantikan bisa menipu, tetapi mata dan hati yang tulus tidak akan salah melihat, memancarkan kecantikan yang disebut inner beauty. Inner beauty lahir dari hati yang tercermin lewat sikap dan perilaku yang tidak akan memudar. Inner bauty menjadikan kita berharga, mampu menampilkan kepribadian dan akhlak yang cantik di segala suasana. Tidak ada kecantikan yang sempurna, kecantikan merupakan ekspresi dari keunikan seorang perempuan dalam menata hati, mengatur pikiran dan memandang dunianya.

babysuccess


sumpah yaaa, foto ini bener- bener insipiratif banget buat saya. Makanya foto ini saya posting, semoga bisa bikin teman- teman yang liat jg semangat. Ekspresinya si bayi ini loh yang bikin foto BIASA ini jadi GAK BIASA. Yeaaaaaaah !!!!

belajar sama sapa hayooo? lebah!!



1.       

      Makanan lebah adalah sari bunga
Lebah selalu memakan sari bunga yang manis. Ngaak pernah sekalipun lebah memakan sisa makanan atau meminu air comberan, meskipun saat itu tak ada makanan satupun yang ditemui.
Ini memberikan kita inspirasi untuk selalu memakan makanan yang baik dan jelas kehalalannya, apa yang kita makan adalah makanan yang halal dan bergizi dan bergizi iu tak harus mahal.


2.       Ke mana pun lebah hinggap, tak ada ranting yang patah
Tubuh kecil lebah  membuat ia terbang bebas dan hinggap di mana pun tanpa merusak tempat dimanapun ia berhenti. Sekecil apa pun sebuah ranting pohon, tak ada yang patah dihinggapi seekor lebah. Lebah tak pernah dapat masalah dan menjadi masalah di mana pun ia hinggap.
Ini memberikan kita inspirasi untuk dapat beradaptasi dengan baik di mana pun kita berada. Di mana pun kita tinggal, kita harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan masyarakat yang ada. Seperti kata pepatah, "Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung." Sebisa mungkin kita menebar manfaat di mana pun kita berada.


3.       Sekali terusik, lebah akan menyerang musuh tanpa ampun
Lebah bila tidak diusik atau disakiti, maka akan bersikap bersahabat dan tidak membahayakan siapa pun. Namun seperti cerita di atas, sekali lebah diusik tanpa salah, maka mereka akan mengejar musuhnya tanpa ampun.
ini memberikan kita inspirasi untuk bersikap ksatria. Sekali harga diri kita dihina, dilecehkan, atau direndahkan, maka kita harus bangkit mengepalkan tangan membelanya.


4.       Tiada yang dihasilkan lebah kecuali madu
Dari bahan yang berharga akan dihasilkan produk yang berharga pula. Begitu juga dengan lebah, tiada yang dihasilkannya kecuali madu. Madu lebah sangat manis dan mengandung manfaat yang sangat banyak untuk kesehatan dan pengobatan. Karena kelebihan lebah yang dapat menghasilkan madu inilah,  sampai- sampai dicantumkan dalam kitab suci Al- Qur’an.
ini memberikan kita inspirasi untuk tidak menghasilkan sesuatu dalam hidup ini kecuali yang berharga dan penuh manfaat bagi orang banyak.


Motivation Time

Ini adalah kisah yang di ceritakan oleh teman saya pada waktu SMA dimana kami sedang berada dimasa- masa yang berat. Yaitu ketika kami dihadapkan dengan berbagai ujian.

Ini dia ceritanya pada saya dan teman- teman, sungguh sangat memotivasi.

Kalau Ikan Bisa, Kenapa Kita Tidak?

Ketika itu, ada satu musim yang memberikan saya sebuah pelajaran, yaitu musim ikan cupang. Tahu kan? Tapi jujur saya tidak suka sama yang namanya cupang petarung yang hitam-hitam itu. Saya sukanya sama ikan cupang hias yang warna-warni. Cerita bermula ketika saya main ke rumah teman, kemudian melihat berbagai cupang hias yang ekornya dan tubuhnya indah itu. Tapi ada satu yang menarik perhatian saya, yaitu sebuah ikan cupang hias yang hampir mati. Kata teman saya ikan cupang ini habis bertarung (gila juga, padahal itu cupang hias). Ekornya sudah agak kusut, dan gerakannya juga sudah tidak lincah. Warnanya juga tidak terlalu menarik.

Entah kenapa tiba-tiba teman saya itu menawarkan saya ikan yang mau mati itu. Ya mungkin karena memang dia sudah mau mati atau warnanya tidak menarik lagi. Atau entahlah yang pasti saya senang sekali membawa pulang ikan cupang hias ini.

Ikan ini saya taruh di toples kecil (toples selai), kemudian saya taruh di meja belajar saya. Jadi kalau suntuk gitu tinggal melihat ikan ini. Tapi sayangnya, ikannya sudah lemas begitu. Kalau ayah tidak berkata hal yang bijak, saya tidak tahu apa jadinya. "Ry, kalau kamu memang niat memelihara ikan itu, maka kamu hanya akan berpikir bagaimana membuat ikan itu kembali sehat dan memukau seperti sedia kala. Walaupun sulit, tetapi ada peluang. Ayah ga mau kamu berpikir terbalik, walaupun ada peluang tetapi hal ini sulit…."

Cess… Dalam sekali nasihatnya. Subhanallah. Iya, benar juga. Akhirnya saya coba untuk mencari tahu bagaimana kiat menyembuhkan, kiat memperindah, kiat merawat ikan cupang hias ini. Saya bayangkan suatu saat nanti ikan ini akan tumbuh dengan indahnya  Sampai saya rela mencari kutu air (kalau jentik nyamuk beda gizi katanya, siapa tuh yang bilang waktu itu), walaupun sampai nyari ke empang tetangga. Gapapa deh. Yang penting ekornya yang indah itu bisa berkibar lagi.

Dan memang benar, hanya dalam waktu beberapa minggu (bahkan hari), kesehatannya membaik dan dia tampak lincah kembali. Ekornya semakin besar dan melebar indah berkilauan. Warnanya adalah gradasi antara hijau perak dan biru (Subhanallah banget deh pokoknya ikan ini). Ketika saya sedang belajar dan lagi suntuk, saya lihat ikan ini kesana-kemari di meja belajar. Sambil mengibas-ngibaskan ekornya yang indah berkilauan.

Subhanallah, indah sekali….

Seolah-olah dia tahu ketika saya sedang bosan, dia kibarkan kecantikan ekornya dengan sangat elegan (apa ya bahasanya?), seolah-olah dia tahu kalau saya sedang ingin dihibur. Seolah-olah dia tahu bahwa dia harus berterima kasih karena dia sudah ditolong.

Kalau ada pertemuan tentunya ada perpisahan. Memang mungkin karena umur, ikan ini akhirnya mati. Dan saya waktu itu sempat meringis sedih juga karena ikan ini sudah bersama saya selama beberapa bulan dan selalu menemani saya ketika belajar.

Dan tahukah kamu kawan, semenjak saat itu saya termotivasi untuk bisa menjadi seperti ikan itu. Memiliki keindahan pribadi yang menawan, untuk memberi kesejukan kepada orang lain, dan bermanfaat bagi sesamanya.

Kalau ikan itu bisa membuat manusia termotivasi untuk bekerja keras, kenapa kita tidak bisa memotivasi diri kita dan orang lain untuk menggunakan potensi semaksimal mungkin?

Kalau ikan itu bisa memberikan sebuah keindahan dan ketentraman di hati manusia, kenapa kita tidak bisa mencoba memberikan rasa nyaman dan tenteram dengan keindahan akhlak perilaku kita kepada manusia?

Kalau ikan itu bisa menampilkan keindahannya dari keadaan hampir menjadi seonggok bangkai , kenapa kita sebagai manusia hanya bisa menjelek-jelekkan dan iri kepada orang lain yang lebih dari kita?

Kalau ikan itu senantiasa dirindukan pemiliknya, apakah kita yakin kalau diri kita merupakan pribadi yang dirindukan? Atau bahkan teman-teman kita enggan dengan kehadiran kita!

Kalau ikan itu bisa membuat pemiliknya menangis ketika dia mati, apakah kita yakin seandainya kita saat ini meninggal, kepergian kita akan dirindukan?


 

Nice day everybody. cups

Halo

Halo. Time flies so fast ya. Ngga kerasa sudah setahun lalu posting terakhir. Dan sekarang juga sudah bukan mahasiswa galau lagi. Udah gradu...